<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	>

<channel>
	<title>Journal of Life Journey</title>
	<atom:link href="http://ninamelia.blogdetik.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://ninamelia.blogdetik.com</link>
	<description>catatan, cerita, dan apa saja</description>
	<pubDate>Mon, 28 Mar 2011 15:20:11 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.7</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Balada Install Operating System</title>
		<link>http://ninamelia.blogdetik.com/2011/03/25/balada-install-operating-system/</link>
		<comments>http://ninamelia.blogdetik.com/2011/03/25/balada-install-operating-system/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 25 Mar 2011 14:03:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ninamelia</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[My Diary]]></category>

		<category><![CDATA[driver]]></category>

		<category><![CDATA[Epson]]></category>

		<category><![CDATA[Matlab]]></category>

		<category><![CDATA[Windows 7]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ninamelia.blogdetik.com/?p=110</guid>
		<description><![CDATA[Laptopku, laptop yang biasa dipake buat nulis disini, sudah berumur lebih dari dua tahun. Sejak baru dia pake OS Windows XP. Waktu itu udah ada Vista sih, tapi berhubung lisensi ITB yang buat mahasiswa cuma ada XP jadilah pake XP. Murah meriah tapi berlisensi resmi. Office-nya juga masih 2003. Jadi install aplikasi tambahan biar bisa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Laptopku, laptop yang biasa dipake buat nulis disini, sudah berumur lebih dari dua tahun. Sejak baru dia pake OS Windows XP. Waktu itu udah ada Vista sih, tapi berhubung lisensi ITB yang buat mahasiswa cuma ada XP jadilah pake XP. Murah meriah tapi berlisensi resmi. Office-nya juga masih 2003. Jadi install aplikasi tambahan biar bisa buka file dengan format yang lebih baru.</p>
<p>Kira-kira dua minggu lalu, karena udah capek dengan si XP yang penuh malware dan Office yang kadang nggak kompatibel, akhirnya aku upgrade ke Windows 7. Masih sama, pake lisensi ITB. Waktu install sih ga ada maalah karena minta diinstall sekalian ke mas-mas di Comlabs (layanan IT ITB). Masalah baru timbul pas laptopnya pulang dari rawat jalan sehari di klinik Comlabs. Haha. Pertama, ternyata belum diinstall driver LAN dan sound. Jadilah ga bisa wi-fi dan suara yang keluar dari speaker gembrek (apa ya istilahnya, pokoknya pecah gitu deh). Akhirnya cari dan download driver di website resmi Axioo. Beres.</p>
<p>Masalah kedua, dan yang ini bikin teman sekosanku Risa ikut bingung, adalah printer. Driver printernya kan ikut kehapus waktu install ulang. Sebelumnya mikir gampang lah tinggal install ulang dari CD driver printer Epson. Oya printerku Epson T11, kali aja ada yang mengalami masalah sama. Eh ternyata si CD ga kebaca di laptop. Wah itu paniklah beberapa hari. Punya printer tapi ga bisa dipake. Nah Risa ini ikut bingung karena dia biasanya ikut ngeprint. Dan sumber kertas sih, haha. Download di web resmi Epson juga ga ada. Nemu sih di indowebster, tapi setelah di-extract filenya nrg. Bingung deh. Apalagi wkatu itu konsultan IT pribadi alian pacarku lagi di Singapura. Susah dihubungi. Bisa terima SMS tapi buat bales mahal, jadi dia cuma komunikasi via facebook ato twitter tiap malam. Susah kan mau ditanyain. Akhirnya pake cara desperate deh. Nulis status facebook. Alhamdulillah banyak yang respon. Ternyata si nrg itu bisa dibuka pake WinRAR. Selanjutnya tinggal install driver printernya saja. Hup. Beres.</p>
<p>Masalah ketiga, waktu ada tugas kuliah yang butuh Matlab, aku baru nyadar di H-1 (eh ga ding, malam - 1) kalo Matlab yang udah dibackup ga bisa dibuka. Tetep aja harus install ulang. Untungnya masih punya installernya. Tapi bingung waktu diminta PLP number. Googling deh. Eh baru nyadar ternyata di folder itu udah ada keygen. Haha. Install. Waktu udah beres, eeeh ga bisa dibuka. Matlab 7 punyaku nggak kompatibel sama Windows 7. Haduuuh, tugasnya tinggal beberapa jam. Akhrnya nanya mbah Google lagi. Nemu tips buat buka properties dan ubah jadi compatibility ke Vista. Horeeee berhasil. Ternyata ga gaptek-gaptek amat. Semoga ga ada masalah lagi dengan si laptop imut ini.</p>
</fieldset>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ninamelia.blogdetik.com/2011/03/25/balada-install-operating-system/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Ibu Kos Datang, Bapak Penjaga Kalang Kabut</title>
		<link>http://ninamelia.blogdetik.com/2011/03/12/ibu-kos-datang-bapak-penjaga-kalang-kabut/</link>
		<comments>http://ninamelia.blogdetik.com/2011/03/12/ibu-kos-datang-bapak-penjaga-kalang-kabut/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 12 Mar 2011 11:57:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ninamelia</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[My Diary]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ninamelia.blogdetik.com/?p=108</guid>
		<description><![CDATA[Buat yang belum tahu, aku tinggal di Bandung di rumah kos-kosan bersama teman-teman sekelas waktu SMA. Ada empat orang, kalau penghuni kos semuanya seharusnya 14 orang kalau semua kamar sedang penuh. Pemilik kosannya tinggal di Jakarta dan sehari-hari rumah kosnya diurusi sepasang Bapak dan Ibu suami istri penjaga kos. Termasuk untuk urusan bersih-bersih. Si Ibu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Buat yang belum tahu, aku tinggal di Bandung di rumah kos-kosan bersama teman-teman sekelas waktu SMA. Ada empat orang, kalau penghuni kos semuanya seharusnya 14 orang kalau semua kamar sedang penuh. Pemilik kosannya tinggal di Jakarta dan sehari-hari rumah kosnya diurusi sepasang Bapak dan Ibu suami istri penjaga kos. Termasuk untuk urusan bersih-bersih. Si Ibu pemilik jarang datang, paling sebulan sekali baru datang. Nah kemarin Ibu pemilik datang, dan seperti biasa langsung heboh soal kondisi kos. Mulai kondisi keuangan (pembayaran yang lewat si Bapak penjaga) sampai kebersiha. Si Ibu ini termasuk freak banget kalo soal kebersihan. Heboh banget tuh nyuruh Bapak penjaga kos bersihin ruang tengah, kamar mandi, halaman, dll yang menurut si Ibu amat sangat kurang bersih. Haha, asyik sih kosan jadi super bersih. Tapi kasian juga liat Bapak penjaga dimarahi atau seenggaknya diomeli si Ibu terus. Sabar ya Pak&#8230; <img src='http://ninamelia.blogdetik.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
</fieldset>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ninamelia.blogdetik.com/2011/03/12/ibu-kos-datang-bapak-penjaga-kalang-kabut/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Aku Ingin Mencintaimu dengan Sederhana</title>
		<link>http://ninamelia.blogdetik.com/2011/03/07/aku-ingin-mencintaimu-dengan-sederhana/</link>
		<comments>http://ninamelia.blogdetik.com/2011/03/07/aku-ingin-mencintaimu-dengan-sederhana/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 07 Mar 2011 15:31:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ninamelia</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Kutipan]]></category>

		<category><![CDATA[My Diary]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ninamelia.blogdetik.com/?p=107</guid>
		<description><![CDATA[Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
dengan kata yang tak sempat diucapkan api kepada kayu
yang menjadikannya abu…
Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
dengan isyarat yang tak sempat disampaikan awan kepada hujan
yang menjadikannya tiada…
Puisi Sapardi Djoko Damono
Entah kenapa tiba-tiba teringat puisi ini dan ingin menulisnya disini. Sesuai mood yang sedang mellow mungkin ya  
Padahal mellownya gara-gara tertimbun kuliah, hahaha.
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>Aku ingin mencintaimu dengan sederhana</em></p>
<p><em>dengan kata yang tak sempat diucapkan api kepada kayu</em></p>
<p><em>yang menjadikannya abu…</em></p>
<p><em>Aku ingin mencintaimu dengan sederhana</em></p>
<p><em>dengan isyarat yang tak sempat disampaikan awan kepada hujan</em></p>
<p><em>yang menjadikannya tiada…</em></p>
<p>Puisi Sapardi Djoko Damono</p>
<p>Entah kenapa tiba-tiba teringat puisi ini dan ingin menulisnya disini. Sesuai mood yang sedang mellow mungkin ya <img src='http://ninamelia.blogdetik.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Padahal mellownya gara-gara tertimbun kuliah, hahaha.</p>
</fieldset>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ninamelia.blogdetik.com/2011/03/07/aku-ingin-mencintaimu-dengan-sederhana/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Moment of Joy</title>
		<link>http://ninamelia.blogdetik.com/2011/03/03/moment-of-joy/</link>
		<comments>http://ninamelia.blogdetik.com/2011/03/03/moment-of-joy/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 03 Mar 2011 14:24:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ninamelia</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[My Diary]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ninamelia.blogdetik.com/?p=106</guid>
		<description><![CDATA[I was on my way to campus when my handphone started to play Evanescence - Bring Me To Life. I like listening to music when I am on my way to campus as a stress reliever in the middle of traffic jam. Anyway, that song recalled a moment of joy in my life. I smiled [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>I was on my way to campus when my handphone started to play Evanescence - Bring Me To Life. I like listening to music when I am on my way to campus as a stress reliever in the middle of traffic jam. Anyway, that song recalled a moment of joy in my life. I smiled while my head was flooded with memories. I admit that it was a little weird since I was in a public transportation car called &#8216;angkot&#8217; :p</p>
<p>That moment of joy of mine happened about 3,5 years ago. I was sixteen, almost seventeen. I was a student of a public high school at Surabaya. That moment of joy began several months before when I was chosen to reoresent my school to compete in the science olympiad, specifically in chemistry section. I felt very honored to represent my school. It was my dream since I took part in the same event in my junior high school although I wasn&#8217;t successful at the Nationals.</p>
<p>I worked hard to prepare myself with the help of my teacher. She was very smart, beautiful and nice. She&#8217;s also an alumni of my current college. I even skipped some classes to have more time for the competition. Actually I was kind of enjoy the skipping classes thing, haha. I got the second place at the first stage of the olympiad. The first stage was the city level. So I continued to the next stage, the province level. Some students from my school also selected to represent Surabaya in the East Java province competition. The competition was close to my end year exams. One exciting thing was my rendezvous with some old friends from my junior high school olympiad.</p>
<p>And so the province level competition was over and I waited for the result impatiently. I really hoped to go to the Nationals. In the middle of my school end year holiday, on July, I got a news from my school that I went to Nationals! Yaaayyyy, National Science Olympiad! But unfortunately for me, that year&#8217;s event was in Surabaya. My own city. I won&#8217;t go anywhere far. Just fyi, when I was in junior high, the Nationals was held in Pekanbaru so I went there for the first time in my life.</p>
<p>In order to prepare for the Nationals, I had to go to a preparation camp in Asrama Haji, a dormitory in Surabaya every Saturday until Sunday. What a nice way to spend Saturday night for a girl that soon turned seventeen :p The camp started in the afternoon but I was very lazy to go to school on Saturday so I managed to get a permission for skipping school every Saturday. HOHO <img src='http://ninamelia.blogdetik.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> Just bubye Mandarin, counseling, and art lessons. Nyanyanya&#8230; The preparation camp was intended for all of the students who would represent East Java in Nationals. I was lucky the camp took place not so far from my home. Some friends from Banyuwangi or Kediri had to spend hours to get to Surabaya every weekend. We got some courses and preparations from some lecturers of ITS Surabaya. Oh and we got allowance too, hehe. Aside from that camp I also got extra lessons from Ms. Merry, my chemisry teacher I&#8217;ve mentioned before. I skipped classes more often than before. I just came to class in the morning, say hello to my classmates (and my new boyfriend, starting from August :p), stayed one or two hours then went to the teacher&#8217;s office to have a private lesson. I worked very hard since it was one of my biggest dream. I remembered the joy and pride of the winners that I witnessed three years before in Pekanbaru. I wanted to be like them.</p>
<p>The weekend camp actually was not as stressful as my friends imagined. We did some experiments and learned new things. We also developed a friendly bond and support each other, especially the girls that share a room together in the night. We even knew each other&#8217;s love story <img src='http://ninamelia.blogdetik.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> My closest friends here are the chemistry girls, K and A, and a boy, also from chemistry section. We talked much and I was happy to study with them.</p>
<p>Then the Nationals begin on September. We was stayed at a hotel in Surabaya, along with other participants from all over Indonesia. Hotel for chemistry section is Cendana Hotel. And this is my moment of joy exactly happened. The competition itself was held in a complex of junior high school in the middle of Surabaya where my school is also located. I was nervous since I broke a glass plate in the experiment test. But the written test was better. Nah, the Evanescence part took place at Singgasana Hotel, where the gala dinner with East Java governor with olympiad participants held. A band played that song. I watched the band and spent the gala dinner with some friends but mostly with a boy I&#8217;ve mentioned above. Actually we grew closer in the preparation camp. Some friends sid that he might like me *blush* and he also said that several times but I considered that as a joke. I was very happy that night. Good song, good friends, good food, and great occasion.</p>
<p>The announcement of winner and closing ceremony was held at Auditorium C Unair in the last day of the olympiad. I was so nervous and filled with many emotions. I want to got the medal for many reasons. I didn&#8217;t want to make my teachers and my parents upset, I want to have a &#8216;golden ticket&#8217; to enter university, I want the pride, and so many things. Finally, the winner announcement was read. 30 students would get medals for each subject, 15 bronzes, 10 silvers, and 5 gold medals. The bronzes were read first. Two of my East Java friends got the medal. One of them is A. Then the silver winners were announced. K got the medal. I was like &#8220;Whoa, all the chemisry girls got the medal except me&#8221; and my heart started pounding faster. But two names after K&#8217;s, it was my name! I got the silver medal! Oh that&#8217;s joy! My dream came true. I went to the stage with teary eyes, full of happiness. I thanked Allah may times. I also very proud because my parents was there too. After received my medal, I went outside to meet my parents and we embraced each other <img src='http://ninamelia.blogdetik.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> Then I texted other family members. Also my boyfriend, I told him &#8220;Oh I didn&#8217;t get the bronze&#8221;. And he was sort of cheered me, told me not to upset. Haha. Then I texted him again &#8220;But I got the silver&#8221;. Then he told my other friends and they phoned me and screamed <img src='http://ninamelia.blogdetik.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> Ah I&#8217;m even smiling writing this.</p>
<p>That olympiad experience and especially the silver medal gives me lots of things. I got new friends, special chemistry lesson that later helps me in my A Level exam, allowance to buy new handphone since my old one is broken, money prize to buy a laptop to be used in college (this laptop that I use right now), an opportunity to follow ITB entrance pass without pay millions rupiahs, great teachers, and so many things. I am very grateful to have that experience in my life <img src='http://ninamelia.blogdetik.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>But good things have bitter side too. In the evening after closing ceremony, one of my friend, the boy I spent the gala dinner with, came to my hotel room and asked me to talk. He didn&#8217;t got medal, so I was comforted him. But he said that he want to tell me something else. He confessed that he likes me and he cares about me. I was torn at the moment. I had had a boyfriend a month before, but in other side I can&#8217;t deny that I felt comfortable with him. Finally I told him that he was kind and I was happy to be friend with him, but I can&#8217;t be more than that. Actually the primary thing that forced me to tell him that is not my relationship with my boyfriend. I even know that boy before I begin my relationship. But that thing is about faith. Unfortunately we have different faith. And I just can&#8217;t risk anything like that. Let it be a part of my teenage memories <img src='http://ninamelia.blogdetik.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>So, Evanescence, Singgasana Hotel, Auditorium C, Cendana Hotel, silver medal, confession. My moment of joy! <img src='http://ninamelia.blogdetik.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
</fieldset>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ninamelia.blogdetik.com/2011/03/03/moment-of-joy/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Keadilan di Negeri Ini</title>
		<link>http://ninamelia.blogdetik.com/2011/02/09/keadilan-di-negeri-ini/</link>
		<comments>http://ninamelia.blogdetik.com/2011/02/09/keadilan-di-negeri-ini/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 09 Feb 2011 12:42:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ninamelia</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Tak Berkategori]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ninamelia.blogdetik.com/?p=103</guid>
		<description><![CDATA[Pagi tadi saat membuka laptop dan ngenet sambil sarapan (maklum hari ini tidak ada kuliah jadi sarapannya santai, hehe) saya agak penasaran dengan timeline twitter yang dipenuhi tweet tentang tulisan Alanda Kariza ]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pagi tadi saat membuka laptop dan ngenet sambil sarapan (maklum hari ini tidak ada kuliah jadi sarapannya santai, hehe) saya agak penasaran dengan timeline twitter yang dipenuhi tweet tentang tulisan Alanda Kariza <a href="\">ini</a>. Saya membuka link tersebut dan mulai membaca. Sungguh saya langsung berkaca-kaca membacanya.</p>
<p>Memang saya sudah sering baca berita tentang koruptor yang divonis cuma beberapa tahun saja atau pencuri kecil-kecilan yang kadang karena kepepet dihukum berat. Tapi membaca tulisan tersebut membuat saya mempertanyakan arti keadilan, terutama di negeri ini. Oke, saya memang nggak ahli soal hukum. Dan saya juga tidak memahami benar tentang kasus itu, saya tidak benar-benar mengikuti perkembangan beritanya. Walaupun demikian, melalui tulisan ini saya ingin menyampaikan simpati dan dukungan sebesar-besarnya kepada Alanda. Semoga keadilan di negeri ini dapat ditegakkan dan tidak dipelintir untuk kepentingan orang-orang tertentu. Bagaimanapun hasil putusannya nanti, semoga memberikan keadilan sesuai kebenaran yang terjadi.</p>
</fieldset>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ninamelia.blogdetik.com/2011/02/09/keadilan-di-negeri-ini/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Pemanasan Global Eh?</title>
		<link>http://ninamelia.blogdetik.com/2011/02/01/pemanasan-global-eh/</link>
		<comments>http://ninamelia.blogdetik.com/2011/02/01/pemanasan-global-eh/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 01 Feb 2011 11:43:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ninamelia</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Tak Berkategori]]></category>

		<category><![CDATA[efek rumah kaca]]></category>

		<category><![CDATA[pemanasan global]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ninamelia.blogdetik.com/?p=100</guid>
		<description><![CDATA[Saya baru mulai tinggal di Bandung lagi setelah sekitar tiga minggu menghabiskan liburan di Surabaya. Itupun di Bandung cuma tiga hari, langsung pergi lagi ke Sumatra. Nah setelah kembali ke Bandung dan mulai kuliah, ada satu hal yang beda dari Bandung. Apa itu?
Bandung PANAS.
Ya, panasnya seheboh itu. Saya yang biasanya meringkuk dalam selimut di kamar [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Saya baru mulai tinggal di Bandung lagi setelah sekitar tiga minggu menghabiskan liburan di Surabaya. Itupun di Bandung cuma tiga hari, langsung pergi lagi ke Sumatra. Nah setelah kembali ke Bandung dan mulai kuliah, ada satu hal yang beda dari Bandung. Apa itu?</p>
<p>Bandung <strong>PANAS</strong>.</p>
<p>Ya, panasnya seheboh itu. Saya yang biasanya meringkuk dalam selimut di kamar kos sekarang jadi keringetan dan sibuk kipas-kipas. Malangnya karena biasanya dingin saya jadi nggak punya kipas angin. Sudah beberapa hari ini saya tidur tanpa selimut sepanjang malam.</p>
<p>Kenapa ya Bandung panas? Apa karena masuk musim kemarau? Sepertinya tidak juga, toh tahun-tahun kemarin rasanya tidak sepanas ini. Tuh sekarang juga hujan. Jadi kenapa? Mungkinkah karena pemanasan global alias <em>global warming</em>? Sebenarnya apa sih pemanasan global itu?</p>
<p>Yang saya tahu pemanasan global itu kenaikan suhu global bumi karena berbagai faktor. Salah satu faktor yang cukup berpengaruh adalah efek rumah kaca. Bumi kita kan dilapisi atmosfir berupa udara, nah lapisan atmosfir ini bertindak seperti dinding kaca di rumah kaca. Lapisan atmosfir meneruskan panas matahari ke bumi. Sementara panas yang dipantulkan bumi tidak diteruskan kembali ke luar angkasa tapi dipantulkan balik ke bumi. Inilah yang menjaga suhu bumi kita hangat sehingga dapat ditinggali makhluk hidup.</p>
<p>Jadi apa hubungannya dengan pemanasan global? Bertambahnya jumlah beberapa macam gas seperti karbondioksida dan metana bisa meningkatkan efek rumah kaca tersebut. Kalau efek rumah kaca meningkat, suhu bumi jadi makin panas. Tambahan gas-gas tersebut beberapa waktu belakangan diakibatkan oleh aktivitas manusia, terutama yang berkaitan dengan bahan bakar fosil seperti minyak bumi. Penggunaan kendaraan bermotor, penggunaan listrik, dan penggunaan plastik berlebihan contohnya. Jangan salah, listrik itu juga sebagian dihasilkan secara tidak langsung dari pembakaran batu bara. Sementara plastik merupakan hasil olahan minyak bumi.</p>
<p>Jadi supaya Bandung tidak makin panas, eh salah :p , supaya pemanasan global tidak bertambah parah, yuk lebih mencintai bumi kita. Yuk menghemat pemakaian kendaraan bermotor, listrik, plastik, dan sumber daya lain. Menanam pohon juga bisa jadi opsi kalau punya lahan <img src='http://ninamelia.blogdetik.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> ayo ayo cintai bumi kita.</p>
</fieldset>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ninamelia.blogdetik.com/2011/02/01/pemanasan-global-eh/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Larut dalam Fiksi: Mereka Pengiring Perjalananku</title>
		<link>http://ninamelia.blogdetik.com/2011/01/27/larut-dalam-fiksi-mereka-pengiring-perjalananku/</link>
		<comments>http://ninamelia.blogdetik.com/2011/01/27/larut-dalam-fiksi-mereka-pengiring-perjalananku/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 27 Jan 2011 14:46:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ninamelia</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[My Diary]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ninamelia.blogdetik.com/?p=98</guid>
		<description><![CDATA[Pernah merasa begitu terhanyut dalam suatu dunia fiksi? Saya sering mengalaminya. Dibiasakan membaca sejak kecil dan ditambah kondisi sebagai anak tunggal membuat saya menemukan dunia baru dalam buku-buku aneka bacaan lain. Percaya atau tidak, saya mulai membaca koran dengan rutin dan lengkap sampai nyaris ke iklannya sejak kelas satu atau dua SD.
Kembali ke fiksi, saya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pernah merasa begitu terhanyut dalam suatu dunia fiksi? Saya sering mengalaminya. Dibiasakan membaca sejak kecil dan ditambah kondisi sebagai anak tunggal membuat saya menemukan dunia baru dalam buku-buku aneka bacaan lain. Percaya atau tidak, saya mulai membaca koran dengan rutin dan lengkap sampai nyaris ke iklannya sejak kelas satu atau dua SD.</p>
<p>Kembali ke fiksi, saya mulai mengenal fiksi dari cerpen dan dongeng di majalah anak-anak seperti Bobo dan Mentari. Saya punya Pakde (kakak mama) yang suka menghadiahi langganan majalah kalo prestasi di sekolah bagus. Saya mulai mengenal karakter fiksi macam Oki-Nirmala, keluarga Bobo, Bona si gajah, Hamindalid, Gino cs, dan lain-lain. Dari majalah-majalah tersebut, bacaan saya mulai meningkat ke buku kumpulan dongeng dan cerpen. Mulai dari yang diterbitkan oleh majalah, dongeng nusantara, sampai kumpulan dongeng luar negeri macam Gadis Penjual Korek Api. Saya seperti menemukan dunia lain dalam fiksi-fiksi tersebut. Kalau sudah membaca rasanya saya ikut mengalaminya. Apalagi jika ceritanya cukup panjang atau berseri. Nah, kalau sudah kehabisan bacaan, saya bisa mengubek-ubek buku sekolah. Buku sekolah? Ya, maksudnya mencari cerita dalam buku pelajaran bahasa. Sebenarnya selain fiksi, saya juga suka membaca nonfiksi seperti sejarah atau pengetahuan umum ringan.</p>
<p>Memasuki akhir SD, mulailah saya berkenalan dengan dunia fiksi terbesar yang pernah saya masuki. Harry Potter. Waktu itu sedang booming film pertama Harry Potter. Seorang sahabat saya punya novelnya mulai yang pertama sampai keempat. Jadilah saya menghabiskan hari-hari saya membuka lembar demi lembar buku yang dari buku pertama hingga keempat makin tebal saja itu. Wah, kalau sudah baca Harry Potter saya bisa lupa banyak hal. Jadi malas melakukan apapun sebelum menyelesaikan bukunya. Saya mengingat detail-deyail ceritanya, dan seperti ikut merasakan ketegangan, teror, hingga kegembiraan yang digambarkan disana. Sayangnya setelah buku keempat, ada jeda cukup lama hingga buku kelima terbit.</p>
<p>Jeda dari Harry Potter, saya mulai mengenal dunia fiksi komik Jepang alias <em>manga </em>di bangku SMP. Selain itu juga novel-novel Islami seperti karangan Asma Nadia yang banyak tersedia di perpustakaan sekolah. Bukan cuma komik populer seperti Detective Conan yang saya ikuti, tetapi juga komik-komik dengan <em>genre </em>yang lebih serius. Salah satu favorit saya ketika itu adalah Hoshin Engi yang bisa membuat saya serasa berada di dunia Cina kuno. Menunggu-nunggu terbitannya tiap bulan merupakan kesenangan tersendiri deh. Oh ya, satu lagi fiksi favorit sepanjang masa yang mulai saya kenal di bangku SMP: seri Princess Diaries. Kelucuan dan petualangan si gadis aneh yang tiba-tiba jadi putri ini sering bikin saya jadi semangat kalau baca. Seri yang terdiri dari sepuluh buku ini turut mewarnai perjalanan masa remaja saya dimana seri terakhirnya baru saya baca di bangku kuliah.</p>
<p>Nah, memasuki bangku SMA saya mulai agak jauh dari komik Jepang. Paling hanya mengikuti beberapa saja yang ringan dan pinjam teman. Komik favorit saya diatas sudah tamat dan entahlah saya tidak begitu tertarik mencari komik bagus lainnya. Jadi karena Harry Potter terbit kembali seri kelima dan keenamnya, saya pun dengn suka cita ikut berpetualang di Hogwarts. Mmm, sayangnya buku keenamnya agak mengecewakan menurut saya. Princess Diaries juga masih terus saya ikuti. Senang sekali deh kalau ke toko buku dan menemukan seri barunya terpajang manis. Saat SMA ini saya juga mulai memasuki dunia Inggris pada tengah abad ke duapuluh melalui buku-buku Agatha Christie. Hm, kalau yang ini ketularan seorang teman dekat. Orang ini pula yang rela meminjamkan koleksi-koleksi bukunya. Ada juga satu judul novel karya seorang dokter; Me, Him &amp; Labuan Bajo, yang sukses bikin saya kepikir pengen jadi dokter, hehe. Tapi tidak kok, my engineering sense is stronger :p</p>
<p>Di sela-sela kuliah, menyelam ke dunia fiksi masih setia saya lakukan. Memang sih kesibukan dan tugas-tugas bertambah. Tapi berpetualang ke dunia rekaan ini buat saya jauh lebih menyenangkan dan menyegarkan pikiran daripada misalnya jalan-jalan di mall tanpa tujuan. Yang saya baca antara lain seri Twilight yang cukup mengecewakan. Saat kuliah ini juga saya harus mengucapkan selamat tinggal pada dua dunia fiksi kesayangan saya: Harry Potter dan Princess Diaries. Keduanya tamat. Sedih. Memang sih buku-bukunya masih bisa terus dibaca. Saya masih bisa merasakan petualangannya. Tapi tetap saja sedih karena tidak ada lagi yang ditunggu-tunggu. Oya ada dua kemajuan (ya menurut saya sih kemajuan :p) yang saya alami di masa kuliah. Pertama saya mulai mebaca novel-novel dalam bahasa Inggris. Jadi tidak baca terjemahannya. Yang sudah saya baca versi Inggrisnya mulai seri Animorphs, beberapa buku Dan Brown, dan terutama buku-buku Agatha Christie. Awalnya agak sulit, tapi lama-lama membaca novel dalam bahasa aslinya lebih mengasyikkan. Kemajuan kedua adalah saya mulai jatuh cinta pada novel-novel asli Indonesia. Mulai yang cukup ringan tapi menyentuh seperti Perahu Kertas, sampai yang berat seperti tetralogi Pulau Buru karya Pramoedya Ananta Toer. Omong-omong saya belum baca buku ketiganya.</p>
<p>Yah itulah dunia fiksi yang telah mendampingi saya mengarungi hidup di dunia nyata. Memberi saya tempat untuk merasakan macam-macam dan mengetahui macam-macam yang tidak ada di dunia nyata. Dan saya terus mencari dunia-dunia fiksi lain yang tak kalah dengan yang sudah saya jelajahi.</p>
</fieldset>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ninamelia.blogdetik.com/2011/01/27/larut-dalam-fiksi-mereka-pengiring-perjalananku/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Cream of the Cream</title>
		<link>http://ninamelia.blogdetik.com/2011/01/26/cream-of-the-cream/</link>
		<comments>http://ninamelia.blogdetik.com/2011/01/26/cream-of-the-cream/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 26 Jan 2011 13:25:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ninamelia</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Campus Life]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ninamelia.blogdetik.com/?p=96</guid>
		<description><![CDATA[Senin kemarin adalah hari pertama kuliah di semester baru. Hari itu saya hanya ada dua kuliah. Kuliah kedua adalah kuliah yang terkenal cukup &#8216;legendaris&#8217; :p
Saya pernah diajar oleh dosen pengajar mata kuliah tersebut pada semester tiga. Biasanya beliau hampir tidak pernah mmbicarakan hal selain kuliah di kelas. Tetapi pertemuan pertama kemarin setelah menjelaskan jam perkuliahan, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Senin kemarin adalah hari pertama kuliah di semester baru. Hari itu saya hanya ada dua kuliah. Kuliah kedua adalah kuliah yang terkenal cukup &#8216;legendaris&#8217; :p</p>
<p>Saya pernah diajar oleh dosen pengajar mata kuliah tersebut pada semester tiga. Biasanya beliau hampir tidak pernah mmbicarakan hal selain kuliah di kelas. Tetapi pertemuan pertama kemarin setelah menjelaskan jam perkuliahan, ujian, tata tertib, dan lain-lain, beliau menunjukkan hasil mata kuliah tersebut tahun sebelumnya. Hanya segelintir saja yang mendapatkan A, sekitar 10%. Selebihnya banyak sekali yang mendapat nilai B. BC, atau bahkan C. Beliau bertanya apa menurut kami yang mendapat A terlalu sedikit. Sebagian besar bilang ya. Lalu beliau menjelaskan mengapa di kelasnya yang mendapat A biasanya memang lebih sedikit dibanding dengan kelas-kelas lain.</p>
<p>Cream of the cream. Itulah alasannya. Beliau adalah lulusan Inggris, dan disana yang mendapat grade tertinggi dalam tiap kuliah hanyalah orang-orang yang benar-benar terbaik. Mungkin hanya dua orang dalam tiap kelas. Jadi sepuluh persen seperti tahun lalu itu sudah cukup banyak menurut beliau. Karena itulah biasanya yang mendapat A di kuliah beliau adalah mahasiswa-mahasiswa yang lulus cumlaude. Wow.</p>
<p>Cream of the cream. Dari krim yang ada di bagian atas susu, diambil lagi bagian yang terbaik. Cukup memacu semangat juga sih hari pertama kuliahnya <img src='http://ninamelia.blogdetik.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> Semoga semuanya lancar sampai akhir semester. Ayo jadi cream of the cream.</p>
</fieldset>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ninamelia.blogdetik.com/2011/01/26/cream-of-the-cream/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Comeback: Tour de Sumatra</title>
		<link>http://ninamelia.blogdetik.com/2011/01/25/comeback-tour-de-sumatra/</link>
		<comments>http://ninamelia.blogdetik.com/2011/01/25/comeback-tour-de-sumatra/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 25 Jan 2011 09:38:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ninamelia</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Campus Life]]></category>

		<category><![CDATA[My Diary]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ninamelia.blogdetik.com/?p=95</guid>
		<description><![CDATA[Ah ya, saya kembali lagi setelah sekian lama tak pernah menulisi halaman ini. Tidak ada apa-apa, hanya saja beberapa waktu lalu blog ini sempat susah dibuka. Ditambah lagi dengan saya mulai punya tumblr, jadi agak terlupakanlah blog ini. Sekarang saya mencoba mulai menulis lagi cerita-cerita dan apapun disini   Nah, yang mau saya ceritakan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ah ya, saya kembali lagi setelah sekian lama tak pernah menulisi halaman ini. Tidak ada apa-apa, hanya saja beberapa waktu lalu blog ini sempat susah dibuka. Ditambah lagi dengan saya mulai punya tumblr, jadi agak terlupakanlah blog ini. Sekarang saya mencoba mulai menulis lagi cerita-cerita dan apapun disini <img src='http://ninamelia.blogdetik.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  Nah, yang mau saya ceritakan disini adalah perjalanan saya enam hari ke Sumatra yag bertajuk Kuliah Kerja. Kuliah kerja ini adalah kegiatan program studi saya untuk angkatan yang memasuki tahun ketiga kuliah. Wujudnya adalah kunjungan ke beberapa pabrik kimia, sesuai dengan bidang yang kami tekuni. Angkatan diatas saya kunjungannya di sekitar Jawa Barat saja. Angkatan saya memutuskan mengambil rute yang lebih jauh, sampai ke Sumatra agar bisa mengunjungi berbagai macam pabrik. Persiapan untuk kegiatan ini dilakukan sekitar satu semester sebelumnya, mulai dari menghubungi pabrik, menyiapkan akomodasi, transportasi, dan konsumsi yang dilakukan oleh panitia hingga mencari dana yang dilakukan seluruh angkatan.</p>
<p>Kuliah kerja dimulai hari Senin tanggal 17 Januari 2011. Kami berkumpul di gerbang depan kampus pukul 3 pagi dan berangkat pukul 4 pagi didampingi dosen wali, agar dapat tiba di Indah Kiat, Serang, pukul 9 pagi. Sayangnya karena Jakarta macet di luar perkiraan, kami terlambat sekitar setengah jam. Indah Kiat adalah pabrik kertas besar yang produknya diekspor ke berbagai negara. Kami berkeliling pabrik, mengunjungi unit produksi, pengolahan limbah, dan penyimpanan produk serta berkumpul di aula untuk penjelasan dan makan siang. Selesai kunjungan, sekitar pukul 1 siang, kami bertolak menuju Lampung. Dua bus yang kami naiki melanjutkan perjalanan menuju dermaga Merak dan menyeberang ke Bakauheni. Penyeberangan memakan aktu kira-kira dua jam. Dari Bakauheni kami menuju penginapan di Bandar Lampung untuk istirahat. Tiba di penginapan sekitar pukul 9, kami langsung makan lalu membersihkan diri setelah &#8217;sauna&#8217; di pabrik kertas, dan tidur.</p>
<p>Esok harinya kami dibagi menjadi dua rombongan. Satu bus akan mengunjungi pabrik Medco Ethanol Lampung dan satu bus lagi mengunjungi pabrik Nestle. Saya sendiri kebagian mengunjungi Medco Ethanol. Berangkatnya lebih pagi daripada yang ke Nestle karena jaraknya lebih jauh, sarapanpun harus di bus. Kami naik bus sampai Ramayana Kotabumi dan dijemput dengan mobil oleh pihak Medco karena jalan menuju pabrik terlalu kecil untuk dilewati bus. Asyiknya saya kebagian naik Innova bersama empat mahasiswa lain dan dosen pendamping, hehehe. Pabrik Medco Ethanol memproduksi bioethanol dari singkong dengan menggunakan teknologi bioproses. Singkong dihaluskan lalu diurai menjadi glukosa dengan bantuan enzim amilase. Selanjutnya glukosa difermentasi menjadi etanol dengan katalis biologis ragi <em>Saccharomyces cerevisiae</em>. Dari seluruh pabrik yang dikunjungi selama kuliah kerja, uat saya pabrik ini paling menarik karena semester sebelumnya saya mendapat modul praktikum proses yang sama dengan pabrik ini. Menarik sekali melihat penerapan dari apa yang pernah saya coba dalam skala industri. Lengkap dengan berbagai pipa, menara distilasi untuk pemisahan, mesin pengupas dan penggiling singkong, instalasi limbah, dan lain-lain. Meskipun baunya agak-agak asem sih, hehehe. Maklumlah proses fermentasi. Setelah berkeliling pabrik dan mendengarkan penjelasan serta tanya jawab, kami dijamu makan siang. Wah porsinya hebat sekali, nasi segunung dengan ayam super besar.</p>
<p>Kami selesai mengunjungi Medco sekitar pukul setengah dua siang dan langsung berangkat menuju Seputih Mataram, lokasi pabrik Gulaku. Cukup jauh ternyata perjalanannya. Kami bertemu dengan bus yang dari Nestle dan mulai memasuki areal perkebunan tebu. Eh ternyata perkebunan tebunya sangat luas. Lama sekali kami melewati kabun tebu. Tidak terlihat apapun selain pohon tebu. Akhirnya setelah sekitar satu jam kami tiba di Sekolah Sugar Group milik perusahaan. Jadi di dekat pabrik, ada perumahan pegawai dan dilengkapi dengan berbagai fasilitas termasuk masjid, gereja, pasar, dan sekolah. Sekolahannya bagus sekali. Malamnya kami akan menginap di sekolah tersebut. Setelah penyambutan singkat, kami langsung menuju pabrik Gulaku. Kami berkeliling unit-unit produksi gula. Melihat-lihat bagaimana tebu dikristalisasi dan dibersihkan hingga menjadi gula. Saat keliling dalam pabrik, saya benar-benar jadi teringat film-film action. Pabrik dengan tangga-tangga besi yang menghubungkan lantai-lantai yang terbuat dari logam juga dengan tangki-tangki dan pipa-pipa besar yang mengeluarkan uap dimana-mana. Hmm, rasanya saya bisa bayangkan tembak-tembakan sambil sembunyi di balik tong, hahaha. Selepas kunjungan di pabrik kami kembali ke sekolahan dan makan malam di ruang makan sekolah yang seperti film-film, mandi di kamar andi yang lebih bagus dari mall, lalu tidur. Tidur bersama teman-teman di sekolahan beralas karpet bikin saya ingat kegiatan pondok Ramadhan.</p>
<p>Hari Rabu pagi setelah siap-siap kami melanjutkan perjalanan menuju Palembang. Cukup jauh juga Palembang. Ya iyalah, beda propinsi. Di jalan diisi dengan nonton film, mengobrol, dan terutama tidur. Paling lucu sih kalau berhenti di toilet, langsung ada antrian panjang. Kami sampai di Palembang sekitar pukul lima sore. Tujuan kami adalah wisma di komplek Pusri. Awalnya para mahasiswi diatur sekamar berempat oleh panitia. Kamarnya punya dua single bed. Eh ternyata oleh pihak Pusri sudah dibagi dan sekamar hanya bersua. Asyik. Apalagi kamarnya bagus, tempat tidur spring bed, ada guling yang tidak ditemukan di semua tempat menginap lain, dan kamar mandi bersih. Setelah mandi, makan, dan melepas lelah, malamnya ada acara obrolan wanita di salah satu kamar dengan berbagai pengakuan, haha.</p>
<p>Hari Kamis pagi kami mengunjungi pabrik Pusri. Penjelasan di aula dan sesi tanya jawab dilanjutkan berkeliling pabrik. Kami juga mengunjungi bagian pupuk organik yang baunya minta ampun sapai harus pakai masker. Setelah kunjungan kami balik ke wisma, ganti baju dan jalan-jalan keliling kota Palembang dalam beberapa kelompok besar. Rombongan saya wisata kuliner makan martabak HAR dan pempek. Kami juga beli pempek untuk dibawa pulang. Malamnya acara dilanjutkan dengan makan malam diatas kapal yag melintasi Sungai Musi dan melewati bawah jembatan Ampera. Makan malam tersebut disponsori Dexa Medica.</p>
<p>Hari Jumat pagi kami mengunjungi Pertamina RU III Plaju. Karena ke kilang maka kami tidak melakukan factory tour tetapi hanya ada sesi penjelasan dan tanya jawab di dalam gedung. Sesi tanya jawab berlangsung sangat menarik, apalgi GM Pertamina RU III juga alumni dari prodi kami. Selesai kunjungan di Plaju, kami langsung memulai perjalanan kembali ke Lampung. Perjalanannya lebih jauh daripada saat berangkat karena kami berangkat dari Seputih Mataram, tidak langsung dari Bandar Lampung. Kami baru tiba di penginapan hampir tengah malam.</p>
<p>Hari Sabtu kami bangun pagi-pagi sekali dan langsung menuju ke objek wisata Pantai Mutun. Kami naik perahu menyeberang ke sisi pantai yang lain, bikin istana pasir, dan main macam-macam. Saya yang tidak bisa renang akhirnya tergoda juga ikut main banana boat. Tidak ada masalah, toh pakai pelampung. Hanya ketika sudah selesai jadi tidak bisa kembali ke pinggir, hanya mengapung-ngapung saja sehingga harus ditarik teman, hehe. Selesai dari pantai kami kembali ke hotel untuk mandi dan makan siang lalu kembali ke Bandung. Karena macet di Jakarta (lagi) akhirnya baru sampai di Bandung tengah malam deh. Capek tapi senang <img src='http://ninamelia.blogdetik.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
</fieldset>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ninamelia.blogdetik.com/2011/01/25/comeback-tour-de-sumatra/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Kami Poetera dan Poeteri Indonesia</title>
		<link>http://ninamelia.blogdetik.com/2010/10/27/kami-poetera-dan-poeteri-indonesia/</link>
		<comments>http://ninamelia.blogdetik.com/2010/10/27/kami-poetera-dan-poeteri-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 27 Oct 2010 12:21:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ninamelia</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Tak Berkategori]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ninamelia.blogdetik.com/?p=89</guid>
		<description><![CDATA[Pertama Kami poetera dan poeteri Indonesia, mengakoe bertoempah darah jang satoe, tanah Indonesia.
Kedoea Kami poetera dan poeteri Indonesia, mengakoe berbangsa jang satoe, bangsa Indonesia.
Ketiga Kami poetera dan poeteri Indonesia, mendjoendjoeng bahasa persatoean, bahasa Indonesia.



]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p>Pertama Kami poetera dan poeteri Indonesia, mengakoe bertoempah darah jang satoe, tanah Indonesia.</p>
<p>Kedoea Kami poetera dan poeteri Indonesia, mengakoe berbangsa jang satoe, bangsa Indonesia.</p>
<p>Ketiga Kami poetera dan poeteri Indonesia, mendjoendjoeng bahasa persatoean, bahasa Indonesia.</p>
<div>
<div id="attachment_88" class="wp-caption alignleft" style="width: 260px"><img class="size-full wp-image-88" src="http://ninamelia.blogdetik.com/files/2010/10/merah-putih.jpg" alt="Merah Putihku" width="250" height="194" /><p class="wp-caption-text">Merah Putihku</p></div>
<p><img class="alignright size-thumbnail wp-image-87" src="http://ninamelia.blogdetik.com/files/2010/10/300px-kongrespemuda2-150x150.jpg" alt="300px-kongrespemuda2" width="150" height="150" /></div>
</blockquote>
</fieldset>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ninamelia.blogdetik.com/2010/10/27/kami-poetera-dan-poeteri-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
	</channel>
</rss>

<!-- Dynamic Page Served (once) in 1.020 seconds -->

